MENCARI REZEKI

Al baqarah : 255

Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. Yang Mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya Kursi Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dialah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya)
Terima kasih YA ALLAH kerana memberikan rezeki-rezeki ini kepada aku... semogamu YA ALLAH, permudahkanlah segala pekerjaan aku, berkatilah segala usaha aku dan lindungilah mereka-mereka ini yang telah meletakkan kepercayaan mereka ini terhadap aku. Kepada rakan-rakan yang memberi sokongan terhadap aku diharap kalian juga turut sukses3x dalam bidang ini semoga kita semua menjadi yang terbaik dalam segala jenis bidang....amin ...amin ...amin..."

At The Heart Of The Image

Selasa, 24 Ogos 2010

SMOKE PHOTOGRAPHY






This limitation to create a combination improves the creativity to a larger extent. You can almost call it ‘the art of seeing hidden images’.

On a very high level the idea behind these pictures is very simple. It is made of two pictures.

First, a picture of the smoke. Depending on the shape and form of the smoke, find an object that would fit the shape and form of the smoke.

Now merge these two pictures in photoshop. I’ll not go in detail on how to shoot the objects here as there are hundreds of tutorials out there online. From a small box setup to a studio setup there are so many ways to do that. You can select what fits your style.

Below I’m going to concentrate on the taking of smoke pictures.
Smoke Photography: Setup

The setup for smoke photography is relatively simple. Here’s what you need:

* a power controllable flash (in my case, it was an sb900)
* a DSLR with any good lens, though a macro lens would make things a lot easier.
* Although you can get smoke from various sources, I feel incense sticks fit our needs best because they not only give out smoke with a good form and texture, they are also harmless.
* A tripod is required if you are not comfortable at setting the focus and changing the composition. I always focus on the edge of the incense stick and recompose my frame for the smoke.
* A table lamp pointed on the smoke helps in focussing.
* A black cloth for the backdrop. Two small black sheets that can form a rectangular snoot and last but not least, a wireless trigger.




Smoke Photography: Procedure

Start by fixing the black back drop to the wall. Place the incense stick a foot away from the back drop. Do not light it yet.

Now position the table lamp such that it points at the tip of the incense stick. It can be placed either to the left or right side (at either the 3′o clock or the 9′o clock angle) of the incense stick.

Now place the strobe on the opposite side (of the table lamp) at half a foot distance from the incense stick. Adjust the flash to 1/16th of the power and depending on the output image, you can reduce or increase it.

Now you can place the black cards on either side of the strobe so that light from the strobe does not spill out to the back drop.

Now light the incense stick and start the smoke. If possible place the entire setup in a place where you have good ventilation so that your room is not smoked out.

Switch on the table lamp.

Set your camera to manual focus and start the aperture at f8.0 and shutter speed at 1/200th of a second (below your sync speed).

Shoot in RAW format. Start clicking and get some great smoke pictures.

Gently blow the smoke to get different forms and shapes. Once you are done with this, you can let your imagination run wild by placing 2 or 3 incense sticks that in turn should produce smoke of completely different shapes.

Once you are done with shooting the smoke pictures, it is time to proceed to the post-processing part of this fun exercise.

Smoke Photography: Post Processing

Open the picture in adobe RAW. You increase the black a little bit if you feel there is some spill light in the picture. Adjust contrast and exposure until you are satisfied.

Open the image in photoshop and make a duplicate layer. Select paintbrush and set your foreground to black and paint out the unwanted smoke in the picture.

That’s it. You have a smoke picture. If you want to color it try Hue & Saturation adjustment layer.

Also try to play with colorize option under the same adjustment layer.

If you want to make the background white, Go to Image > Adjustments > Inverse. This will make the background white.

Again like any other photography, you can always break the rules and still come up with extraordinary pictures. Play around until you are satisfied.

I hope this post has been helpful and good luck with your smoke photography.

Read more: http://digital-photography-school.com/an-introduction-to-smoke-photography#ixzz0xXIImla8

Isnin, 23 Ogos 2010

APA ITU ND FILTER

Hari ini, saya akan bercerita tentang filter… Bukan penapis minyak mahupun penapis udara, tapi filter yang digunakan dalam fotografi. Mungkin ada yang tak tahu macam mana rupa filter tu kaN


Begini lah rupa die… Ianya mempunyai size yang tertentu… Size tu pula bergantung pada saiz thread lens korang… (bahagian paling depan lens korang tu) , paling besar filter setakat yang saya tahu ialah 82mm… yang paling kecil saya tak tau… Ianya akan di pasang pada depan lens korang
UV filter – Filter ni antara accessory wajib untuk kamera korang… Ianya bertujuan untuk memprotect lens element korang yang paling depan tu daripada bercalar… Selain itu, seperti namanya, ianya turut menapis sinaran UV yang akan menyebabkan haziness… Circular Polarizer Filter (CPL) – Filter ni ada dua fungsi, pertama – ianya membuang reflection pada cermin atau permukaan air dan kedua, ianya mampu menambah contrast pada langit… Lihat rajah di bawah;

Gambar di atas menunjukan sebelum(kiri) dan selepas(kanan) menggunakan polarizer filter… kan cantik gitu… Neutral Density Filter (ND) – Filter ini bertujuan untuk menghad kan kemasukan cahaya kedalam kamera korang… Ianya berguna bila korang nak tangkap gambar portrait pada siang hari menggunakan bukaan aperture yang besar… Atau, kalau korang nak tangkap gambar air tapi nak pakai slow shutter speed supaya air tu nampak macam kapas-kapas gitu… ND filter ni di kategorikan dengan nilai ND 2, ND 4, ND 8 kebiasaannya… Semakin besar nombor ND nye, semakin gelap lah filter itu jadi, semakin kurang lah jumlah cahaya yang masuk






gambar di atas adalah hasil daripada penggunaan ND filter,,tetapi kurang memuaskan kerana wrong timing masa shoot scenery neh..hari nak hujan tapi sangap gak nak shoot..jadi hasil nya kurang memberangsangkan..tunggu ada masa lagi aku upload gamabr yang okeyhh

Jumaat, 20 Ogos 2010

Elemen dalam Art Fotografi

Konsep dari fotografi. Pada dasarnya, fotografi adalah proses membuat gambar (image) dengan menggunakan cahaya sebagai medium. “Melukis dengan cahaya” adalah kata-kata yang selalu dikaitkan dengan fotografi. Cahaya itu sendiri yang membuat lukisan. Kalau seorang pelukis memerlukan kanvas, beberapa botol atau cat. Dalam fotografi, kita memakai alat yang berbeza untuk membuat “lukisan”, iaitu (1) sumber cahaya sebagai catnya kita, (2) alat perakam cahaya sebagai kanvas kita, dan (3) alat kawalan cahaya sebagai kuasa kita. Namun dalam fotografi juga dikenale sebagai Element of Art (EOA). EOA dalam fotografi sangat penting kerana EOA dapat menentukan komposisi hasil dari foto itu sendiri, EOA juga dapat digunakan sebagai dasar kita dalam membuat atau mengabadikan sebuah moment. Seni dalam fotografi adalah hal yang sangat penting dan hal yang perlu diperhatikan, dan peranan EOA dalam fotografi adalah sebagai dasar dari elemen-elemen seni yang ada dalam foto.
Komposisi secara sederhana diertikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini menrangkumi garis, shape, form, warna, terang dan gelap. Cara anda menata komposisi dalam jendela bilik akan diinterprestasikan kemudian setelah foto anda tersebut dicetak. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact- sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto anda. Dengan demikian anda perlu menata sedemikian rupa agar tujuan anda tercapai, apakah itu untuk menyampaikan kesan statik dan pegun atau sesuatu mengejutkan, beza, eksentrik. Dalam komposisi klasik selalu ada satu titik perhatian yang pertama menarik perhatian. Hal ini terjadi kerana penataan posisi, subordinasi, kontras cahaya atau intensitas subjek dibandingkan sekitarnya atau pengaturan sedemikian rupa yang membentuk arah yang membawa perhatian pengamat pada satu titik.

Secara keseluruhan, komposisi yang baik memiliki proporsi yang menyenangkan. Ada keseimbangan antara gelap dan terang, antara bentuk padat dan ruang terbuka atau warna-warna cerah dengan warna-warna redup. Pada kesempatan-kesempatan tertentu, bila dibutuhkan mungkin anda akan membutuhkan komposisi anda seluruhnya simetris. Seringkali gambar yang anda buat lebih dinamis dan secara visual lebih menarik bila anda menempatkan subjek ditengah. Anda harus menghindari sebuah garis pembagi biarpun itu vertikal.

Untuk menghindari sebuah gambar yang dinamik diperlukan juga kehadiran irama. Irama ini terjadi kerana adanya pengulangan berkali-kali sebuah objek yang berukuran kecil. Kehadiran irama dalam gambar mengesankan adanya suatu gerakan.

* Garis
jurugambar yang baik kerap menggunakan garis pada karya-karya mereka untuk membawa perhatian pengamat pada subjek utama. Garis juga dapat menimbulkan kesan kedalaman dan memperlihatkan gerak pada gambar. Ketika garis-garis itu sendiri digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah gambar-gambar menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.
* Shape
Salah satu formula paling sederhana yang dapat membuat sebuah foto menarik perhatian adalah dengan memberi prioritas pada sebuah elemen visual. Shape adalah salah satunya. Kita umumnya menganggap shape sebagai outline yang tercipta karena sebuah shape terbentuk, pada intinya, subjek foto, gambar dianggap memiliki kekuatan visual dan kualitas abstrak. Untuk membuat shape menonjol, anda harus mampu memisahkan shape tersebut dari lingkungan sekitarnya atau dari latar belakang yang terlalu ramai. Untuk membuat kontras kuat antara shape dan sekitarnya yang membentuk shape tersebut. Kontras ini dapat terjadi sebagai akibat dari perbedaan gelap terang atau perbedaan warna.
Sebuah shape tentu saja tidak berdiri sendiri. Ketika masuk kedalam sebuah pemandangan yang berisi dua atau lebih shape yang sama, kita juga dapat meng-crop salah satu shape untuk memperkuat kualiti gambar. Kita boleh ambil contoh foto yang mengandung unsur shape adalah foto shilouette, foto tersebut membandingkan objek yang dalam keadaan terang dan gelap dimana objek yang gelap atau tidak terkena cahaya atau objek di depan cahaya itu akan membentuk shape .
* Form
Ketika shape sendiri dapat mengindentifikasikan objek, masih diperlukan form untuk memberi kesan padat dan tiga dimensi. Hal ini merupakan faktor penting untuk menciptakan kesan kedalaman dan realitas. Kualiti ini tercipta dari pembentukan cahaya dan tone yang kemudian membentuk garis-garis dari sebuah objek. Faktor penting yang menentukan bagaimana form terbentuk adalah arah dan kualiti cahaya yang mengenai objek tersebut.
* Tekstur
Sebuah foto dengan gambar tekstur yang menonjol dapat merupakan sebuah bentuk kreatif dari shape atau pattern. Jika memadai, tekstur akan memberikan realisme pada foto, membawa kedalaman dan kesan tiga dimensi ke subyek anda.
Tekstur dapat terlihat jelas pada dua sisi yang berbeza. Ada tekstur yang dapat ditemukan bila kita mendekatkan diri pada subyek untuk memperbesar apa yang kita lihat, misalnya bila kita ingin memotret tekstur permukaan sehelai daun. Ada pula saat dimana kita harus ke belakang kerana subjek yang kita tuju adalah pemandangan yang sangat luas. Tekstur juga muncul ketika cahaya menerpa sebuah permukaan dengan sudut rendah, membentuk bayangan yang sama dalam area tertentu.
Memotret tekstur dianggap berhasil bila pemotret dapat mengkomunikasikan sedemikian rupa sehingga pengamat foto seolah dapat merasakan permukaan tersebut bila menyentuhnya. Sama seperti pattern, tekstur paling baik ditampilkan dengan beberapa variasi dan nampak melebar hingga keluar batas gambar.
* Patterns
Pattern yang berupa pengulangan shape, garis dan warna adalah elemen visual lainnya yang dapat menjadi unsur penarik perhatian utama. pengulangan itu menimbulkan kesan ritmik dan harmoni dalam gambar. Tapi, terlalu banyak keseragaman akan mengakibatkan gambar menjadi membosankan. Rahsia penggunaan pattern adalah menemukan variasi yang mampu menangkap perhatian pemerhati.
Pattern biasanya paling baik diungkapkan dengan merata. Walaupun pencahayaan dan sudut bidikan kamera membuat sebuah gambar cenderung kurang kesan kedalamannya dan memungkinkan sesuatu yang berulangkali menjadi menonjol.

Setelah anda mempelajari dan memahami konsep dasar Element Of Art berikut adalah ebebrapa jenis komposisi yang bisa di gunakan :

* Rule of thirds
Bayangkan ada garis-garis panduan yang membentuk sembilan buah empat persegi panjang yang sama besar pada sebuah gambar. Elemen-elemen gambar yang muncul di sudut-sudut persegi panjang pusat akan mendapat daya tarik maksimum.
* Format : Horizon atau Vertikal
Proporsi empat persegi panjang pada viewinder memungkinkan kita untuk melakukan pemotretan dalam format landscape/horizontal atau vertikal/portrait. Perbezaan pengambilan format dapat menimbulkan kesan yang berbeza pada komposisi akhir. Lihatlah pada tingkap bilik secara horizontal maupun vertikal dan tentukan keputusan kreatif untuk hasil terbaik. Konsep element of art biasa digunakan dalam pengambilan gambar baik secara vertical maupun horizontal, kerana hasil dalam fotografi itu ada dua, kalau tidak horizontal pastilah vertical.
* Keep it simple
Dalam beberapa keadaan, pilihan terbaik adalah keep it simple. Sangat sulit bagi orang yang melihat sebuah foto apabila terlalu banyak titik yang menarik perhatian. Umumnya makin ramai sebuah gambar, makin kurang menarik gambar itu. Karena semakin ramai objek dalam foto, akan membingungkan objek mana yang sebenarnya kita fokuskan dan yang pesan yang ingin kita sampaikan dalam foto itu akan berbeda penafsiran dengan orang lain, yang akan mengakibatkan kurang maksima hasil dari fotokita sendiri. Cobalah memberi tumpuan pada satu titik perhatian dan maksimakan daya tariknya.
* Picture scale
Sebuah gambar yang nampak biasa namun menjadi menarik kerana ada sebuah titik kecil yang menarik perhatian. Dengan pemotretan landscape atau monument, kembangkan daya tarik pemotretan dengan menambahkan obyek yang diketahui besarnya sebagai titik perhatian untuk memberikan kesan perbandingan skala.
* Horizons
Mengubah keseimbangan langit dan tanah dapat mengubah pemandangan gambar secara radikal. Bila gambar hampir dipenuhi oleh langit akan memberikan kesan terbuka dan lebar tapi bila langit hanya disisakan sedikit di bagian atas gambar, akan timbul kesan penuh.
* Leading lines
Garis yang membawa mata orang yang melihat foto ke dalam gambar atau melintas gambar. Umumnya garis-garis ini berbentuk :
Garis-garis yang terlihat secara fizik misalnya jalan atau tidak terlihat secara langsung misalnya bayangan, refleksi.
* Be different
Barangkali ada tangkapan2 lain yang dapat diambil selain pendekatan dari depan dan memotret paralel ke tanah. Bergerak mendekat dari yang diduga seringkali menghasilkan kesan kesan yang menarik.
* Colour
Membuat bahagian dari gambar menonjol dari background. Cara utama untuk memperoleh hal ini adalah memperoleh subyek yang warna atau nadanya berbeda secara radikal dengan background.
* Framing
Bila subjek secara khusus mempunyai bentuk yang kuat, penuh frame dengan subjek. Baik itu dengan cara menggunakan lensa dengan fokus lebih panjang atau bergerak mendekati subyek.
* Shooting position
Ketika kita merasa jenuh dengan komposisi yang itu-itu saja, cobalah mengubah sudut pandang sepenuhnya. Misalnya posisi duduk ke posisi berdiri atau pengambilan bidikan dari atas atau bawah dari subyek.

Number of subject
Pemotretan dengan banyak subjek yang relatif seragam, kurang menarik dari pandangan komposisi. Temukanlah salah satu subjek yang berbeza diantara sekian banyak subjek tersebut. Berbeza dimaksudkan berbeza gerakan, bentuk dan warna.

RO3 (RULE OF THIRDS)

Asas komposisi dalam fotografi amat penting. Walaupun ianya nampak macam tak berapa canggih, tapi sedikit sebanyak boleh memberikan perbezaan kepada penampilan sesuatu imej fotografi.

1. Rule of Thirds

Salah satu asas yang utama dalam fotografi dan mana2 bentuk seni tampak. Jurufoto yang berpengalaman (bukan Camera man ok!), memang guna peraturan ni.. berdasarkan pengalaman saya, ia memberikan kesan yang baik dan foto nampak lebih menonjol berbanding biasa.

Cemana? Masa nak tangkap gambar dah tentu pasti subjeknya, bahagikan imej kepada sembilan bahagian. Contoh mcm dibawah..



Mata kita memang akan memfokuskan kepada setiap persimpangan garisan2 tegak dan melintang. Dalam contoh potret di atas, saya telah menyunting foto ini mengikut peraturan ini, yang mana titik fokus saya adalah matanya.. jika dilihat, seolah2 hampir ada pertentangan mata antara subjek dengan kita kan?

RO3 ni ialah peraturan yang telah di tetap kan atau di cadangkan di dalam fotografi dimana, ianya mencadangkan supaya kedudukan subjek korang atau daya tarikan utama di dalam gambar korang harus lah berada di dalam satu atau lebih pada titik yang bertindih . Titik yang bertindih itu terhasil daripada 2 garis tegak dan 2 garis melintang yang korang perlu bayangkan di dalam di dalam framing korang.
Perasan bagaimana 2 garis tegak dan melintang itu berada di dalam framing korang? Haaa… tu lah die RO3… Titik yang di maksudkan ialah, Titik di mana garis tersebut bertemu dan membentuk simpang empat. Hehehehe… bukan round about eh… :P

Jadi contohnya kalau korang nak ambil gambar boyfriend ke, girlfriend ke, bini ke, laki ke kan… pastu korang nak memuatkan sekali dengan pemandangan kat belakang korang tu kan. Jangan la letak diorg kat tengah-tengah frame. Letak la tepi sikit… cantik sikit gambar tu…

Lagi satu, kalu korang nak ambil gambar portrait lah kan… Seeloknye, korang compose gambar korang tu supaye bahagian mata subjek korang tu kena pada titik tu

Terdapat ralat dalam alat ini

Followers

my playlist


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com